CHUTZPAH

 In Catatanku

“CHUTZPAH”,,

Pertama kali dengar kata ini dari serial talkshow Oprah Winfrey Show (one of my fav) yang entah tahun berapa, udah lupa 🙂

Chutzpah berasal dari bahasa Ibrani yang berarti nerve (keberanian), courage (keberanian, keteguhan hati), bravery (keberanian, daya juang)..

Liz Murray – her name.. salah satu tokoh yang mendapatkan Chutzpah award

Singkatnya Liz adalah produk dari keluarga gagal dan berantakan. Bapanya penjudi kelas berat, ibunya juga ga mau kalah dengan menjadi seorang drug-holic, bahkan terinfeksi penyakit mematikan, AIDS, karena penggunaan jarum suntik yang tidak steril.

Di kala Liz butuh kasih sayang, bukan ciuman dan pelukan hangat yang didapatkan, melainkan sumpah serapah yang disertai pukulan. Dikala sebagian anak seusia dia menikmati malam dengan keluarganya, dia harus meringkuk di bawah kolong meja hanya sekedar menghindarkan diri dari menjadi sasaran kemarahan dan pertengkaran orangtua.

Umur 8 tahun, dia harus berhenti dari sekolah karena tidak ada biaya. Bahkan dia harus bekerja sebagai pembungkus makanan untuk membiayai hidupnya dan keluarganya. Menginjak usia 15 dia minggat dari rumah dan berkumpul dengan rekan senasib menjadi homeless (gelandangan).

Turning point dalam hidupnya adalah saat ibunya menyusul pass away saat berusia 16 tahun. Dengan hati hancur, dia mengunjungi makam ibunya. Di sana dia merenung, merefleksi, dan seperti penuturannya disitulah dia menemukan apa yang dinamakan Chutzpah. Dia mendapat pencerahan bahwa kehidupan kedua orang tuanya adalah berakhir dengan sia-sia. Timbul pertanyaan menantang baginya: apakah dia juga akan mengakhiri hidupnya seperti mereka, atau berubah saat itu juga.

Liz bergumul, bergulat, dan bertarung dengan dirinya. Dan … dia memilih yang ke-2, yaitu berubah. Sejak itu, dia tinggalkan kehidupannya sebagai gelandangan, mulai bekerja untuk mencari biaya hidup, serta mulai menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung. Salah satu cita-citanya adalah melanjutkan sekolah lagi. Secara perlahan dia kumpulkan biaya seraya belajar secara outodidak untuk mengejar ketertinggalannya.

Saat biaya yang diperlukan cukup, dia pun mendaftarkan diri untuk sekolah lagi. Tidak tanggung-tanggung, dia ambil 2 sekolah sekaligus. Pagi ke sekolah A, sorenya bekerja, dan malamnya ke sekolah B. Semua tempat, di kereta api, stasiun, tempat kerja, pokoknya setiap ada kesempatan dimanfaatkannya untuk belajar. Hasilnya dia bisa menyelesaikan sekolahnya hanya dalam waktu 2 tahun dari waktu normal 4 tahun.

Dan yang paling membanggakannya, Liz Murray, mendaftarkan diri untuk menerima beasiswa di Harvard University … dan DITERIMA. Luar biasa …

#saya tulis kembali dari beberapa sumber

saya coba search di you tube Liz Murray.. dan saya dapatkan 1 video luar biasa ini tentang Liz Murray

www.youtube.com/watch?v=yW9DMGoexkA

“God grant me the serenity to accept the things i cannot change, but courage to change the things I can, and the wisdom to know the difference”

Get up! get up! be a Chutzpah woman.. God Bless u all

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search